Home » Renungan » Antara Rokok Dan Cinta

Antara Rokok Dan Cinta

Mas bro en mbak sista…. Sorry, kali ini agak panjangan postingannya. cuma bila sabar membacanya, ada satu renungan di penghujung cerita ini. Silahkan menikmati cerita hubungan Antara Rokok dan Cinta.

 Suatu hari saat istirahat di kantor. Seorang teman yang baru saja menikah terlihat murung. Dia duduk di pojok sembari melihat temen-temennya dengan bersenda gurau sembari melepas penat. Asap membumbung dari sela bibir dan jemari mereka. Maklum aja deh, namanya juga di unit produksi, 99% karyawannya merokok + 2 karyawati. Hehehhe…

Waktu istirahat hampir usai saat aku masuk ke ruangan kantin. Dan karena tertarik dengan kemurungannya, maka terjadilah obrolan aneh bin ajaib.

“Weeeeiiii… penganten baru kok diem,” ledekku sebagai pembukaan. “Lemes karena ngelembur terus or ga ngerti cara nya?” ledekku lagi.

Dia cuma mesem.

“Kalo ga tau caranya, pinjem hapenya Anton aja,” ledekku lagi. “Belajar sebentar juga ntar jago”, sambungku sembari menarik kursi mendekatinya.

“Ga usah ngeledek pak,” tukasnya membuka mulut. “Kalo 3gp-an mah di hape ‘urang’ (baca: saya) juga banyak.”

“Nah, trus kenapa murung gitu?” pancingku. Ku ambil Surya 16, ku sulut dan ku letakkan di meja.

“Ga pa-pa pak,” jawabnya pendek.

“Kok ga ngerokok bro?,” tanyaku menyadari sebuah keanehan. Biasanya belum jam istirahatpun dia menyempatkan ngudud sebatang, tapi sekarang…?

“Ga boleh mas istri pak,” tuturnya polos.

Aku mendelik, tersedak asap rokok trus ngakak…

“Wis pak.. wis pak. ‘ulah’ (baca: jangan) ngeledek terus,” protesnya dengan bahasa jawa sekenanya.

“Jadi murungmu itu gara-gara pengen ngerokok?” tanyaku memastikan.

Dia mengangguk.

“Ngerokok aja,” tantangku. Dia menggeleng tegas.

“Istrimu tidak di sini kan?” pancingku.

“Tetep aja pak. Saya tidak mau menipu istri.”

Hmmm…, mantep juga neh tekadnya.

“Kalo boleh tahu, kenapa istrimu melarang?” pancingku.

“Uangnya sayang pak. Bisa ditabung untuk beli ini beli itu. Buat tabungan anak juga.”

Hadeuhhh… Kirain masalah kesehatan, ternyata demi ekonomi tho..???

Wahhh.., ga bisa di biarin nih. Urusan kerjaan bisa gawat kalo dia tekanan batin gara-gara ngempet ngerokok. Mikir sebentar en… bingo, dapet ide brilian.

“Ok. Taruh kata tabunganmu sudah banyak terus kamu mati. Uangnya buat siapa?”

Dia berpikir sejenak. “Untuk istri pak. Untuk anak juga kalo sudah ada.”

Aku mengangguk-angguk setuju.

“Kamu Ikhlas?”

“Ikhlas Pak,” jawabnya mantap.

“Bagus,” pujiku. “Trus istrimu kan masih muda tuh, cantik lagi. Kalo kamu mati trus dia kawin lagi gimana?”

Butuh waktu beberapa jeda untuk dia menjawab. “Ga papa pak.”

“Yakin…?” Dia mengangguk.

“Ikhlas…?”

“Ikhlas pak,” jawabnya tegas.

Aku tersenyum. Saatnya the final question.

“Kalo tabunganmu sudah banyak, trus istrimu nikah lagi, kamu yakin yang menikmati tabunganmu itu hanya anak dan istrimu? Kamu ikhlas kalo suami baru istrimu itu ikut menikmati tabungan hasil pengorbananmu selama ini?”

Diam terdiam… Dia nampak berpikir serius… dan akhirnya….

“Mbak…,” teriaknya ke penjaga kantin. “A-Mild sebungkus…!!!”

Hahahahahaha… Derai tawa seantero kantin mengiringi kedatangan sebungkus A-Mild.

Ya gitu deh, mas bro en mbak sista. Sebetulnya bukan cerita di atas yang ingin aku shared dengan kalian. Tapi sebuahn renungan tentang cinta.

Temanku itu bisa ikhlas andai jerih payahnya dinikmati oleh istri dan anaknya tetapi tidak jika suami barunya turut menikmati. Dan itu bukanlah buah dari sejatinya cinta.

Cinta itu tanpa syarat. Cinta hanya memberi dan tidak pernah meminta kembali. Kalau kita memberi atas nama cinta terus kita masih mengharap balasan dari yang kita berikan cinta, pertanyaannya adalah, siapa yang sebenarnya kita cinta? Pasangan kita or diri kita sendiri?

Satu hal yang pasti, AKU ada… CINTA tiada…!!!

Selamat merenung….!!!

Salam,

IKADUNK


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: