Home » Renungan » Bukan Besarnya Masalah Tapi Luasnya Hati Part 1

Bukan Besarnya Masalah Tapi Luasnya Hati Part 1

IKADUNK termenung sendiri. Tatapan kosongnya menyusuri riak air telaga yang dipermainkan sang angin. Beberapa kali terdengar helaan napasnya. Berat.

Berbatang Surya 16 sudah bertebaran di tanah. Hembusan sang bayu yang mendayu tak mampu mengusir gelisah hatinya.

“Tak perlu dipelototin terus mas, telaga ini akan tetap selebar itu dengan atau tanpa kamu awasi,” sebuah suara merenggut kesadaran IKADUNK.

IKADUNKmenoleh. Sesosok tubuh renta tertawa ramah.

“Ngagetin aja Kek,” protes IKADUNK. “Kalo jantungan gimana coba.”

Kekeh kakek itu kembali terdengar. “Itu masalah sepele mas. Saya tinggal seret mas ke telaga itu. Itung-itung saya sedekah besar, ngasih makanan ikan-ikan di telaga ini,” jawabnya enteng.

Hadewww…, parah juga neh kakek.

“Ada apa anak muda?” tanya kakek itu. “Lagi galau ya…?”

IKADUNKnyengir. “Iya kek. Lagi banyak masalah nih,” jawab IKADUNK jujur.

Kakek itu kembali tertawa. “Mau cerita? Sapa tau kakek bisa bantu.”

IKADUNKmenatap sosok renta itu bolak balik. “Yakin kek? Ini masalah anak muda je..”

“Sialan, kamu pikir begitu lahir kakek langsung setua ini?”

IKADUNKnyengir lagi. Kayaknya bakalan seru nih ngobrol sama kakek misterius ini.

“Hayuk, ke pondok kakek. Kamu bisa cerita sambil minum. Biar afdol gitu…”

Tanpa babibu lagi, IKADUNK mengikuti langkah sang kakek menuju rumahnya.

“Silahkan duduk mas. Kakek ambilkan minum dulu…,”

Salam,

IKADUNK


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: