Home » Renungan » Mandikan Aku Mama

Mandikan Aku Mama

Renungan IKADUNK kali ini “Mandikan Aku Mama” berkisah tentang seorang mama yang terlalu sibuk mengejar kariernya. Dan dia berpendapat, limpahan materi yang selama ini dia curahkan untuk anak semata wayangnya saja sudah cukup. Tetapi ternyata tidak. Putri tetap menuntut lebih. Sebuah tuntutan yang amat sangat sederhana, Mandikan Aku Ma…!!!

Adalah Alexa, seorang wanita karier yang terbilang cukup sukses dalam kehidupannya. Sedari muda dia terbiasa berusaha keras untuk mendapatkan apa yang dia cita-citakan. Alexa selalu membuat target-target dan time framenya. Alhasil, Alexa selalu menjadi yang terbaik saat duduk di bangku kuliah dulu.

Selepas kuliah, Alexa bekerja di sebuah perusahaan bertaraf internasional. Di perusahaan ini, karier Alexa berkembang sangat pesat. Kemudian, Alexa memutuskan untuk menikah.

Alexa menikah dengan seorang laki-laki pilihan. Laki-laki yang dicintainya itu juga memiliki karier yang tidak kalah gemilang. Setahun setelah pernikahan, mereka dikarunia seorang anak perempuan yang cantik dan cerdas.

Putri, nama anak perempuan pasangan sukses itu, tumbuh sebagai anak yang lincah dan pinter. Karena kesibukan Alexa dan suaminya, Sang Putri dititipkan pada kakek neneknya. Di samping itu, telah ada babysister pilihan yang selalu mendampingi perkembangan Putri.

Hingga suatu hari, tidak seperti biasanya, Si Putri merengek pada mamanya untuk dimandiin. Kontan saja Alexa, Sang Mama, menolak keinginan putrinya itu. Dengan segala macam alasan kesibukan, Sang Mama meminta pengertian anaknya. Dan karena Putri termasuk anak yang terbilang mandiri, dia dapat menerima kesibukan mamanya.

Beberapa kali Putri mengutarakan keinginannya untuk dimandikan mamanya, dan sebanyak itu pula penolakan yang dia terima. Hingga suatu saat Putri jatuh sakit. Panas tinggi mendera tubuh kecilnya. Seisi rumah dibuat panik karenanya. Sang Babby sister mengontak nyonya mudanya yang ada di luar negeri. Begitu juga dengan Papa Putri. Dokter keluarga pun turut sibuk memeriksa kesehatan putri, sampai di rujuk ke RS kenamaan di Jakarta.

Dan akhirnya, Alexa datang ke RS di susul oleh suaminya. Dan pada saat itulah, Putri, anak semata wayang mereka, menghembuskan napas terakhir di dalam pelukan mamanya tercinta.

Dunia menjadi gelap bagi Alexa. anak satu-satu nya telah berpulang sebelum dia dapat mencurahkan kasih sayang sepenuhnya. Beragam argumen yang dilontarkan pada diri sendiri tidak dapat mengobati rasa bersalahnya. Pun, Untuk persiapan masa depan Alexa, alasan yang kerap kali ia lontarkan kepada sang suami yang menginginkan Alexa tinggal di rumah tidak membantu menghentikan rasa bersalahnya.

Alexa bersimbuh di pusara yang masih memerah. Hilang ketegaran yang selama ini melekat pada diri wanita itu. Masih jelas terngiang permintaan terakhir Sang Putri, “Mandikan aku Ma…”

“Putri….,” bisiknya pelan. “Maafkan mamamu ya…. Tidurlah yang tenang, mama sudah memandikanmu…”

Hanya sederet kata itu yang terucap lalu gelap. Alexa pingsan untuk kesekian kalinya.

Mas bro en mbak sista…, Orang-orang terkasih kita adalah harta yang paling berharga yang sering kali terlupa oleh kita. Jangan sampai kita baru menyadarinya setelah mereka meninggalkan kita. Karena semua itu sudah terlambat.

Salam,

IKADUNK


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: